B’Sorat HaRo’eh | Rabu, 13 Mei 2026
Ayat Kunci 2 Raja-raja 22:11 | “Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.”
Yosia menjadi raja saat usianya masih sangat muda. Dan di tengah keadaan bangsa yang sudah jauh dari Tuhan, ia mulai memperbaiki rumah Tuhan. Saat pekerjaan itu berlangsung, imam besar Hilkia menemukan kitab Taurat di rumah Tuhan. Kitab itu kemudian dibacakan di depan raja. Dan ketika Yosia mendengarnya, reaksinya sangat kuat: ia mengoyakkan pakaiannya. Mengapa? Karena ia sadar: bangsa itu sudah lama hidup tidak sesuai firman Tuhan, mereka menjauh tanpa merasa bersalah dan selama ini mereka hidup tanpa sungguh mendengarkan Tuhan.
Firman Tuhan yang ditemukan itu bukan sekadar kitab lama. Firman itu membuka keadaan hati mereka yang sebenarnya. Yang mengerikan bukan hanya ketika seseorang jatuh dalam dosa. Yang lebih mengerikan adalah ketika seseorang hidup jauh dari Tuhan dan tidak lagi menyadarinya. Bangsa Israel tetap hidup seperti biasa. Ibadah tetap ada. Bait Tuhan tetap berdiri.
Tetapi firman Tuhan sudah lama diabaikan. Dan saat firman itu dibacakan kembali, baru mereka sadar betapa jauhnya mereka dari Tuhan.
Kebenaran Utama: Firman Tuhan yang benar-benar didengar akan membuat seseorang melihat dirinya dengan jujur.
Yang Harus Dilakukan Hari Ini: Jangan hanya mendengar firman Tuhan. Izinkan firman itu menegur dan mengubah hidup Anda.
Doa: Tuhan, jangan biarkan aku hanya terbiasa mendengar firmanMu tanpa berubah. Lembutkan hatiku supaya aku mau ditegur, disadarkan, dan diarahkan kembali oleh firmanMu. Ajarku merespon firmanMu dengan sungguh-sungguh. Di dalam nama Tuhan Yesus, amin.
Study Kata: “Yosia”. Nama Yosia (יֹאשִׁיָּהוּ / Yoshiyyahu) berasal dari: Yah / Yahu = TUHAN, kemungkinan dari kata yang berarti menopang, menyembuhkan, atau memulihkan. Secara sederhana, nama ini sering dimengerti sebagai: “TUHAN menopang” atau “TUHAN memulihkan.”
Makna dalam Teks: Yosia hidup di tengah bangsa yang sudah rusak secara rohani. Tetapi saat firman Tuhan dibacakan, hatinya masih bisa ditegur. Di situlah terlihat bahwa hatinya belum menjadi keras. Ia tidak membela diri.
Ia tidak mengabaikan firman itu. Sebaliknya, ia merendahkan dirinya di hadapan
Tuhan.
Bagi Kita Saat Ini. Seseorang bisa: lama berada di gereja, sering mendengar firman atau tetap beribadah, tetapi hatinya tidak lagi peka terhadap Tuhan. Karena itu, yang perlu dijaga bukan hanya kebiasaan rohani, tetapi hati yang masih mau ditegur oleh firman Tuhan.
Intinya, Hati yang masih mau ditegur firman Tuhan adalah tanda bahwa seseorang belum menjauh sepenuhnya dari Tuhan.
Refleksi Diri: Apakah saya masih mau ditegur oleh firman Tuhan, atau hanya senang mendengarnya tanpa berubah?
Kata Bijak: Firman Tuhan tidak diberikan hanya untuk didengar, tetapi untuk membuat hidup kita berubah—Yohanton Lapan.

Komentar
Posting Komentar